
Bagian-bagian tonfa.
Seperti yang telah kami kemukakan di bagian terdahulu bentuk tongkat T cukup sederhana. Adapun bagian-bagiannya terdiri atas handle, long end, short end dan knop. Berikut adalah penjelasan istilah-istilah tersebut:
handle (pegangan) adalah bagian yang tegak lurus (membentuk sudut 90 derajat) dengan masing – masing ujung tongkat. Sesuai dengan namanya maka fungsi utama handle adalah untuk pegangan.
long end adalah bagian batang tongkat yang panjang (diukur dari titik temu pada pangkal handle sampai ujung tongkat). Bagian ini paling banyak digunakan dalam pembelaan diri, baik untuk menangkis maupun untuk melakukan penyerangan.
short end adalah bagian batang tongkat yang pendek. Meski tidak sebanyak bagian Long End bagian ini sering juga digunakan untuk melakukan tangkisan atau serangan. Jika dibandingkan dengan Long End, bagian ini masih lebih memungkinkan digunakan untuk pegangan. Meski demikian pegangan pada handle adalah yang paling utama karena paling efektif dan efisien.
knop adalah bagian tongkat yang berbentuk agak bulat (setengah bulat /berupa benjolan) yang terletak pada ujung handle. Fungsi sebenarnya adalah untuk penahan agar pegangan tangan pada tongkat (handle) tidak mudah lepas. Walau demikian dari hasil studi pengembangan oleh I.J.I Pengda Jatim, knop dapat juga digunakan untuk melakukan penyerangan.
Tonfa adalah jenis senjata tongkat berasal dari Okinawa, berbentuk sederhana, tongkat lurus dengan pegangan tegak lurus dekat salah satu ujungnya. Alat ini sering kita lihat tergantung pada pinggang para aparat kepolisian yang sedang bertugas mengatur lalu-lintas, yang melakukan pengamanan demonstrasi ataupun yang menangani kerusuhan. Perlu diketahui bahwa alat ini sebenarnya berasal dari Okinawa jaman kuno, tongkat sederhana yang akhirnya berkembang menjadi senjata dalam beladiri selama berabad-abad.
Sejarah
Dikatakan bahwa tonfa pada awalnya adalah pegangan kayu yang terdapat pada sisi dari gilingan (millstone) atau bagian dari kekang kayu pada kuda -- yang dapat dengan mudah dilepaskan dan dipasang kembali --, dan yang kemudian dikembangkan menjadi senjata saat petani-petani Jepang dilarang menggunakan senjata tradisional mereka. Sumber lain mengatakan bahwa jenis senjata ini memiliki sejarah yang lebih menarik jauh ke belakang ke masa seni beladiri Tiongkok, dan kemudian menyebar dalam budaya Indonesia dan Filipina. Jenis senjata ini juga terlihat di Thailand sebagai Mae Sun Sawk dengan sedikit perbedaannya.
Tongkat T di Indonesia
Tonfa, yang di Amerika Serikat disebut dengan Side Handle Baton (Tongkat dengan Pegangan) maka di Indonesia alat ini lebih dikenal dengan istilah “Tongkat T”.
Tonfa (Tongkat T) merupakan salah satu jenis senjata yang dipelajari di Institut Ju-Jitsu Indonesia. Teknik penggunaan tongkat T ini dikembangkan oleh Brigadir Jendral Polisi Drs. DPM Sitompul, SH, MH (salah seorang guru besar Institut Ju-Jitsu Indonesia) dan dijadikan alat perlengkapan anggota Polri pada tahun 1999. Pada bulan Maret 2003 merespon permintaan Pusat Pendidikan Tugas Umum Polri (Pusdik Gasum), Porong-Jawa Timur, maka teknik penggunaannya digali dan dikembangkan kembali oleh Pengurus Daerah Institut Ju-Jitsu Indonesia Jawa Timur (Pengda IJI Jatim). Dari studi pengembangan ini dihasilkan metode pembelajaran teknik penggunaan tongkat T, yaitu diberikan nama-nama gerakkan dasar (teknik dasar, pukulan, tangkisan, kuncian) yang dimaksudkan untuk memudahkan latihan dan pengembangannya.
Selanjutnya, atas permintaan Panitia Peringatan HUT POLRI (Hari Bhayangkara) ke-57 tahun 2003, disusun rangkaian gerakan, yaitu Kata I, Kata II, Kata III dan beberapa teknik aplikasi. Rangkaian gerakan tersebut diperagakan pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-57 (1 Juli 2003 di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang) oleh 1000 personil, yaitu 500 orang siswa Secapa Polri angkatan ke XXX (Resimen Wira Astha Brata) dan 500 orang siswa Diktukta Pusdik Brimob Watukosek angkatan tahun 2003.

TONFA JUTSU
Ilmu yang dipelajari dan dikembangkan Institut Ju-jitsu Indonesia antara lain beladiri tangan kosong dan senjata. Senjata yang diajarkan diantaranya : Tonfa yaitu senjata yang telah dipakai oleh Polisi Indonesia. Tonfa dikembangkan oleh Anang Dan 3 Ju-Jitsu(salah satu murid Ju-Jitsu dari Jawa Timur) Bersama kawan-kawannya dari Pengurus Provinsi Jawa Timur diantaranya Asikwanurriza Dan2 dan Benny Dan 1 menyusun Kata 1 Tonfa, Kata 2 Tonfa dan Kata 3 Tonfa atau yang populer dengan nama Kata 8 penjuru mata angin yang disusunnya sendiri dalam waktu kurang dari satu jam (Diperagakan 1000 personil pada saat Upacara Hari Bhayangkara ke-57, 1 Juli 2003 di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang.
Saat ini ilmu tonfa masih terus dikembangkan oleh Anang dan timnya yang tergabung dalam SELF DEFENCE CLUB - INSTITUT JU-JITSU INDONESIA